PENGANTAR BISNIS
Sistem Pasar
Merupakan
Hal Yang Sangat Penting
Dalam
Ekonommi Bebas
Di Susun Oleh Kelompok IV (empat) :
Nama : yemi (2014 -11 - 0026 )
Nama : Hendri Pratama (2014 - 11 - 0012)
Nama : Hardiyanti Rukmana (2014 -11 – 0029)
Dosen Pengasuh : Hendri Iskandar,SE.
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE )
YAYASAN PENDIDIKAN PRABUMULIH (YPP)
Puji Syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan limpahan rahmat-Nya, tugas makalah
ini sebagai tugas semester Dua dapat terselesaikan ,
Kami tak lupa mengucapkan terimakasih kepada :
1. Bpk Hendri
Iskandar ,SE selaku Dosen Mata Kuliah
Pengantar Bisnis.
2. Teman-teman sekelas Jurusan Ekonomi Manajemen.
3. dan Pihak lain yang membantu terselesainya tugas makalah ini.
Kami juga menyadari bahwa penyusunan
Makalah ini masih jauh dari yang
sempurna. Untuk itu Kami juga mohon maaf, jika dalam penyusunan Makalah
ini, terdapat kesalahan dalam penulisan.
Oleh sebab itu, Kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari semua pihak.
Besar harapan Kami, semoga Makalah
ini dapat bermanfaat khususnya bagi Penyusun dan para pembaca pada umumnya.
Prabumulih, 02 Mei 2015
Penyusun
i
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR...........................................................................................................................................i
DAFTAR ISI
ii
BAB 1 PENDAHULUAN
iii
A.LATAR BELAKANG
iii
B.TUJUAN
...............................................................................................................................................iii
C.MANFAAT............................................................................................................................................iii
BAB II PEMBAHASAN
1
A. POLA KEGIATAN PEREKONOMIAN PASAR
BEBAS.......................................................................1
B.
KESEIMBANGAN SEBAGIAN PASAR
BARANG DAN PASAR FAKTOR PRODUKSI...........................4
C.
KESEIMBANGAN UMUM INTERAKSI
DIANTARA BERBAGAI PASAR............................................5
D.
KEBAIKAN UTAMA PERKONOMIAN PASAR
BEBAS.....................................................................5
E.
KEBAIKAN-KEBAIKAN LAIN
........................................................................................................6
F.
KEGAGALAN EKONOMI PASAR
BEBAS........................................................................................7
G. BENTUK CAMPUR TANGAN
PEMERINTAH..................................................................................9
BAB III PENUTUP
12
A. KESIMPULAN ............................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA
13
ii
PENDAHULUAN
Dalam teori permintaan dan penawaran dan dalam
analisis mengenai kelakuan konsumen telah diterangkan intraksi di antara
penjual dan pembeli didalam menentukan jenis barang dan jumlah barang yang
perlu diproduksikan. Dalam analisis strukur pasar diterangkan pula mengenai
kelakuan produsen-produsen menentukan tingkat produksi yang akan memaksimumkan
keuntungannya. Manakala dalam teori distribusi, atau teori mengenai penentuan
harga faktor-faktor produksi, diterangkan mengenai interaksi di antara
perusahaan-perusahaan dan pemiliki faktor produksi dalam menentukan ganjaran
yang diberikan kepada brbagai faktor produksi.
Ditinjau secara keseluruhan teori-teori tersebut yang
membentuk teori mikro ekonomi, dapat dipandang sebagai teori yang menggambarkan
bagaimana suatu sistem pasar bebas beroperasi. Maka, untuk melengkapi analisis
tersebut, perlulah dibuat penilaian tentang efisiensi tentang pasar bebas.
Untuk tujuan tersebut bab ini akan membahas tiga aspek berikut: (i) gambaran
umum mengenai pola kegiatan suatu perekonomian pasar bebas, (ii) kebaikan dan
kelemahan sistem pasar bebas dan (iii) bentuk-bentuk campur tangan pemerintah.
Dalam bab ini akan mempelajari tentang:
1. Pola
kegiatan ekonomi dalam sistem pasar bebas.
2. Pengertian
keseimbangan sebagian dan keseimbangan umum.
3. Kebaikan
perekonomian pasar bebas.
4. Kegagalan
(kelemahan) perekonomian pasar bebas.
5. Bentuk-bentuk
campur tangan pemerintah dalam sistem pasar.
Manfaat yang dapat diambil setelah mempelajari bab
ini, adalah:
1. Kita Dapat Menngetahui BagaimanaPola kegiatan ekonomi dalam sistem pasar bebas.
2. Mengetahui keseimbangan sebagian dan keseimbangan
umumDari pasar Bebas tersebut.
3. Kebaikan
perekonomian pasar bebas.
4. Kegagakan
(kelemahan) dalam sistem pasar.
iii
PEMBAHASAN
Sebagai permulaan dari usaha
membuat penilaian terhadap efisiensi sistem pasar bebas perlulah diperhatikan
tiga hal berikut: (i) ciri-ciri sistem pasar bebas, (ii) kritik-kritik terhadap
sistem pasar bebas, dan (iii) pendekatan teori dalam menerangkan pola kegiatan
dalam suatu perekonomian pasar bebas.
Lebih dua abad yang lalu Adam Smith telah menerangkan
tentang keajaiban invisible hand
atau tangan gaib dan mengatur
kegiatan sesuatu perekonomian. Adam Smith
megemukakan suatu pandangan yang pada akekatnya menyetakan baha kegiatan
dalam prekonomian tidak perlu di atur oleh pemerintah. Menurut Adam smith apa
bila setiap induvidu dalam masyarakat diberikebebasan untuk melakukan kegiatan
ekonomi yang di ingin mereka maka maka kebebasan untuk mewujudkan efesiensi
yang tinggi dalam kegiatan ekonomi Negara dan dalam jangka panjang kebebasan
tersebut akan mewujudkan pertumbuhan akan ekonomi yang teguh. Dengan perkatan
lain, Menurut Adam Smith apa bila pemerintah tidak secara aktif terlibat dalam
mempengaruhi kigiatan ekonomi, maka perekonomian tersebut tersendirinya
mengatur dan membuat penyesuaian didalam berbagai aspek kegiatan ekonomi. Dalam
analisis ekonomi yang dapat pada masa ini, system ekonomi seperti yang
terangkan oleh Adam Smith di atas dinamakan sebagai Sistem Ekonomi Pasar Bebas.
Dalam sistem ekonomi ini kegiatan-kegiatan dalam perekonomian sepenuhnya diatur
oleh ekanisme pasar atau invisible hand. Interaksi diantara penjual dan pembeli
di pasar (pasar barang dan pasar faktor produksi) akan menentukan corak
produksi nasional yang akan diwujudkan dan caranya produksi nasional tersebut
akan dihasilkan.
Dalam prakteknya tidak satu negara pun yang
kegiatan-kegiatan ekonominya sepenuhnya diatur oleh mekanisme pasar. Apabila
diperhatikan corak pengaturan kegiatan ekonomi yang dijalankan di berbagai
negara, satu kesimpulan yang dapat dibuat dari pengamatan itu adalah bahwa
sebagian besar negara di dunia ini mempraktekan sistem ekonomi campuran. Ini
berarti dikebanyakan negara kegiatan ekonomi sebagainnya diatur dan ditentukan
eleh sistem pasar, akan tetapi disamping itu secara langsung dan secara tidak
langsung pemerintah ikut campur di dalam
berbagai kegiatan ekonomi.
Berdasarkan kepada sistem ekonomi yang pernah
digunakan di berbagai negara, sistem ekonomi di golongkan dalam 3 bentuk:
Ciri-ciri utama Perekonomain Pasar Bebas :
1.
Kegiatan ekonomi ditentukan oleh
keinginan pasar. Pengusaha dapat merencanakan tentang kegiatan ekonomi yang
ingin dilakukankannya. Akan tetapi pada akhirnya pasarlah yang menetukan
kelangsungan kegiatan setiap usaha
2.
Kebebasan dalam memiliki harta.
Implikasi dari kebebasan untuk menjalankan usaha, setiap individu bebas untuk
mengumpulkan harta yang diperoleh dari bekerja dan menjalankan usaha.
3.
Menggalakkan perkembangan teknologi
dan pertumbuhan ekonomi. Dalam usaha mereka untuk mendapatkan
keuntunganberbagai perusahan harus berusaha untuk menciptakan barang baru, mengurangi
biaya produksi dan memperluas pasar.
4. Fluktuasi
kegiatan ekonomi semakin besar. Dalam sistem perekonomian pasar bebas kegiatan
ekonomi cendrung mengalami naik turun yang semakin besar, yaitu tingkat
ketisakstabilannya semain tinggi.
Pemikiran Komunisme telah
menimbulkan Revolusi di Rusia tahun 1917 dan pemerintah yang dipimpin oleh raja
di ganti oleh Sistem Komunisme di mana Partai Komunis mengendalikan kehidupan
politik dan ekonomi. Kemerdekaan dan kebebasan berpolitik dibatasi dan
perusahaan perusahaan diambil alih oleh pemerintah. Pemilikan perusahaan oleh
pihak swasta dihapuskan, dan semenjak itu semua perusahaan dimiliki oleh pemerintah.
Selanjutnya kegiatan perusahaan perusahaan tersebut tidak ditentukan oleh
kehendak pasar, tetapi di atur oleh pemerintah dengan mendirikan suatu badan
yang dinamakan Badan Perencanaan Pusat. Dari ciri-ciri utama sistem perencanaan
pusat ini dapat disimpulkan bahwa keinginan masyarakat bukan lagi merupakan
penentu penting dari segi kegiatan usaha setiap unit produksi. Badan
Perencanaan Pusat lah yang menentukan jenis produksi yang harus mereka ciptakan
dan jumlah produksi yang mereka lakukan.
Perekonomian Campuran adalah sistem
ekonomi di mana secara bersama badan usah swasta dan badan usaha milik
pemerintah melakukan kegiatan menghasilkan barang dan jasa.
Sehingga ke permulaan abad ke 20 kebanyakan ahli-ahli
ekonomi berkeyakinana bahwa system pasar bebas merupakan system ekonomi yang
mewujudkan kegiatan ekonomi yang paling efisien dan kemakmuran masyarakat yang
paling optimum. Pandangan ini di pelopori oleh Adam Smith yang di kemukakan
dalam buku “(An Inguary Into The Natur end of thewealth of Nation)” yang
terbitkan pada tahun 1776. Menurut pandangan pengaturan kegiatan sesuatu
perekonomian yang tidak perlu jalankan oleh pemerintah, karena ”InsibleHand”
yaitu mekanisme pasar, dapat terwujudnya kegiatan–kegiatan ekonomi yang efisien
dan makmuran masyarakat yang optimum. Kritik dan kesaran tentang
kelemahan-kelemahan sisten pasar bebas telah mendorong perintah untuk tela
melakukan lebih banyak campuran tangan dalam kegiatan. Kritik yang paling
ekstrim, terdapat sistem pasar bebas telah mewujudkan system ekonomi
perencanaan pusat. Dalam sistem perencanaan pusat cocok kegiatan dan jenis
barang yang akan diproduksikan sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah di atur
perencanaan pusat.
Pandangan pengkritikan–pengkritikan lain efisien
pasaran bebas tidaklah seektrim seperti golongan yang menyokong penghapusan
system pasaran bebas dan mengantikannya dengan system perencanaan pusat. Sistem
Pasar Bebas mempunyai beberapa kelemahan yang menimbulkan akibat buruk keatas
efisiensi kegiatan ekonomi dan kesejahtraan dan khalayak ramai. Sistem ekonomi
dimana pada umumnya sistem pasaran bebas tetap diberi kesempatan untuk
berfungsi tetapi dibanding–banding tertentu pemerintah secara aktif mengatur
atau menjalankan kegiatan ekonomi dinamakan “Sistem Ekonomi Campuran”.
Dalam teori Permintaan dan Penawaran dan dalam
analisis kelakuann konsumen telah diterangkan interaksi diantara penjual dan
pembali dalam menentukan jenis barang dan jumlah barang yang diperlukan
diproduksikan. Analisis yang dinyatakan diatas dinamakan analisis keseimbangan sebagiaan atau partial eqilibrium analisis, yaitu analisis kegiatan ekonomi dibuat
secara bersaingan tampa memperhatikan hubungan kait – mengait berbagai kegiatan
aspek kegiatan tersebut. Analisis yang merangkumi intraksi berbagai kegiatan
dalam ekonomi dinamakan analisis keseimbangan umum atau general equilibrium analisis.
Berdasarkan sirkulasi aliran pendapatan, Interaksi diantara sector Perusahaan
dan Rumah Tangga dapat dibedakan menjadi dua bentuk interaksi yang utama yaitu
interaksi dipasaran barang dan interaksi dipasaran factor.
Dalam uraian tersebut telah diterangkan bahwa suatu
perekonomian boleh dibedakan menjadi dua sektor, yaitu: sektor perusahaan dan
sektor rumah tangga. Sektor perusahaan, yang meliputi perusahaan dalam berbagai
kegiatan ekonomi, akan menggunakan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan
barang dan jasa yang diperlukan sektor rumah tangga. Maka sektor rumah tangga
akan memperoleh ganjaran/pendapatan dari menyediakan faktor-faktor produksi
tersebut. Pendapatan tersebut akan digunakan oleh rumah tangga untuk membeli
barang-barang dan jasa-jasa.
Berdasarkan kepada sirkulasi aliran pendapatan
tersebut, interaksi diantara sektor perusahaan dan rumah tangga dapat dibedakan
menjadi dua bentuk interaksi yang utama, yaitu interaksi di pasar barang dan interaksi
di pasar faktor. Analisis keseimbangan umum akan memberikan gambaran yang
lebih lengkap tentang corak interaksi di antara sektor perusahaan dan sektor
rumah tangga. Dengan menggunakan analisis tersebut dapatlah diterangkan
bagaimana suatu perekonomian menyelesaikan tiga masalah ekonomi pokok, yaitu:
·
Apakah jenis-jenis barang yang perlu
diproduksikan dan berapakah banyaknya?
·
Bagaimanakah berbagai
jenis barang tersebut diproduksikan?
·
Untuk siapakah barang-barang tersebut diproduksikan?
Dalam suatu perekonomian pasar keinginan konsumen
penting peranannya dalam menentukan corak kegiatan ekonomi. Keinginan konsumen
akan memberikan petunjuk kepada firma–firma dalam menentukan jenis barang dan
jasa-jasa yang perlu diproduksikan dipasar. Corak kegiatan ekonomi yang akan
wujud dalam suatu perekonomian pasar bebas terutama ditentukan oleh interaksi
diantara sector perusahaan dan sector rumah tangga dipasar barang keseimbangan
yang dicapai dalam pasar barang tersebut akan menentukan corak permintaan
keatas factor–faktor produksi dalam analisis ini misalkan hanya satu factor
produksi yang digunakan yaitu tenaga kerja.
Pola kegiatan perekonomian dalam sistem pasar bebas
pada Gambar.1 dapat memberikan penerangan yang lebih jelas mengenai interaksi
diantara sektor perusahaan dan sektor rumah tangga di pasar barang dan pasar
faktor. Grafik tersebut memberikan gambaran yang lebih terperinci dari pada
gambaran interaksi di antara sektor perusahaan dan sektor rumah tangga dan
ditunjukkan oleh sirkulasi aliran pendapatan. Dalam menganalisis Gambar.1 akan
dimisalkan bahwa pasar barang adalah pasar persaingan sempurna.
Gambar.1
Interaksi di antara Rumah Tangga di
Pasar Barang dan pasar faktor produksi
Interaksi di antara perusahaan-perusahaan dengan
pemilik-pemilik factor produksi dipasar factor akan menentukan harga factor
produksi yang ditawarkan dan jumlah setiap factor produksi yang digunakan.
Dengan demikian keseimbangan diberbagai pasar factor akan menentukan pendapatan
berbagai pasar factor akan menentukan pendapatan berbagai rumah tangga dan
corak distribusi pendapatan dalam perekonomian. Tingkat pendapatan rumah tangga
dan corak distribusi pendapatan tersebut akan menentukan corak permintaan
sektor rumah tangga ke atas barang dan jasa , dan seterusnya corak permintaan
barang oleh tumah tangga ini akan menentukan corak produksi barang dan jasa
yang akan diproduksikan dalam perekonomian. Dengan demikian penentuan harga
faktor dan jumlah faktor yang digunakan yang dilakukan dalam pasar faktor akan
memberi jawaban kepada persoalan pokok ekonomi.
Semenjak lama ahli – ahli ekonomi
berkeyakinan bahwa system ekonomi pasar mempunyai beberapa kelebihan dan
keistimewaan jika dibandingkan dengan system – system ekonomi yang pasaran
bebas adalah:
·
·Faktor – factor produksi akan digunakan dengan
efisien.
·
·Kegiatan ekonomi dalam pasar diatur dan diselaraskan
dengan efisien.
·
·Pelaku kegiatan diberi kebebasan untuk melakukan
kegiatan ekonomi yang disukainya.
·
·Pertumbuhan ekonomi yang teguh akan dapat diwujudkan.
Sistem ekonomi Pasar Bebas pada hakikatnya merupakan
perekonomian yang terdiri dari pasaran – pasaran barang yang bersifat
persaingan sempurna.
Dalam pasar persaingan sempurna telah jelas bahwa setip firmaakan dapat mencapai Efisien Alokatif dan Efisien Produktif.
Dalam pasar persaingan sempurna telah jelas bahwa setip firmaakan dapat mencapai Efisien Alokatif dan Efisien Produktif.
Suatu firma untuk mencapai efisiensi alokatif apbila
tingkat harga ongkos marginal apabila keadaan ini dicapai maka kemakmuran
masyarkat dalam pasaran persaingan sempurna akan mencapai maksimum.
Untuk mencapai efisiensi produktif, Ongkos Produktif Firma – firma dalam
pasaran mestilah mencapai ongkos produksi yang minimum yaitu titik yang rendah
atau bahwa. Firma monopoli memperoleh keuntungan lebih dari normal.Jumlah
produksi adalah dibawah produksi yang kapitalisme penuh dan ongkos produksi
adalah lebih tinggi dari maksimum.
Dalam
persaingan sempurna setiap terjadi ketidakselarasan (misal kelebihan output)
maka tanpa menunggu perintah dari pemerintah para pelaku pasar akan
menyesuaikan posisinya. Misal produsen akan meninggalkan industri ini untuk
berusahaan pada bidang lain yang tidak terjadi ketidakselarasan.
System ekonomi pasar bebas mempunyai
cirri-ciri khas yang akan mendorong kepada pertumbuhan ekonomi yang lebih
cepat. Kebebasan individu dalam menjalankan kegiatan ekonomi yang mereka sukai
menggalakkan mereka untuk bekerja lebih efisien dan lebih giat.
Kebebasan yang luas juga wujud dalam
menentukan kegiatan yang akan dilakukan oleh seseorang, sehingga khalayak ramai
yang akan menentukan jenis-jenis barang yang perlu diwujudkan (baik di produksi
maupun dikonsumsi)
Sistem ekonomi pasaran bebas mempunyai dua jenis
efisien yaitu efisien alokatif dan efisien produktif, system ekonomi pasaran
bebas mempunyai beberapa kebaikan yang terpenting adalah:
·
·Dapat secara efisien menyelaraskan berbagai kegiatan
– kegiatan ekonomi.
·
·Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang teguh dalam
jangka panjang.
·
. Setiap pihak (produsen atau konsumen) mempunyai
kebebasan dalam memilih kegiatan ekonomi yang ingin dijalannya dan membeli
barang dan jasa yang ingin dinikmatinya.
Perekonomian pasar terdiri dari berbagai jenis pasarr
yaitu berbagai pasar bahan makanan, bahan pertanian lain. Barang pertambangan,
berbagai bahan jenis, berbagai bahan industri dan berbagai jenis jasa–jasa.
Perbandingan dan pengamatan yang diloakukan keatas berbagai system ekonomi yang
menunjukan bahwa system ekonomi pasar babas merupakan system yang paling cangih
dalam mengatur operasi suatu ekonomi dan mewujudkan penyesuaian–penyesuaian
sebagai akibat perubahan beberapa pasar.
Produktifitas individu akan dapat ditingkatkan dan ini
akan memberikan sumbangan penting kearah pertumbuhan ekonomi yang cepat dan
teguh. Pasar juga meggalakkan individu – individu untuk melakukan pembaharuan –
pembaharuan (inovasi) dalam kegiatan ekonomi supaya: (i) mereka mampu bersaing
dengan pihak–pihak lain dan (ii) untuk mendapatkan pendapatan dan keuntungan
yang lebih besar dari kegiatan ekonominya. Seterusnya, fleksibilitas yang
tinggi dari sistem pasar bebas menyebabkan penyesuaian-penyesuaian yang
diperlukan dapat dijalankan dengan cepat dan secara terus-menerus dilakukan,
tanpa terlebih dahulu menunggu perintah dari suatu penguasa pusat. Keadaan ini
akan menggalakkan pertumbuhan ekonomi.
Khalayak ramailah yang akan mememtukan jenis – jenis
barang yang perlu diwujudkan dan diberi kebebasan untuk menentukan keinginan
mereka, keinginan mereka inilah yang seterusnya akan menentukan corak kegiatan
ekonomi yang akan diwujkudkan dipasar. Perusahan – perusahan juga mendapat
kebebasan yang luas dalam menjalankan kegiatan mereka dan terdapat kebebasan
kepada setiap firma untuk menentukan jenis barang yang akan diproduksikannya.
Beberapa kegagalan sistem pasar bebas dalam kegiatan
ekonomi yang sebenarnya terdapat beberapa bentuk kegagalan dari system pasar
untuk mewujudkan kegiatan ekonomi yang teguh dan efisien. Kegagalan tersebut
terutama bersumber dari factor – factor sebagai berikut:
·
Akibat – akibat ekstern (eksternaliti) yang merugikan.
·
Kekurangan produksi barang public dan barang merit.
·
Kewujudan kekuasaan monopoli dalam pasar.
·
Kegagalan membuat penyesuaian degan efisien
·
Distribusi pendapatan tidak seimbang.
Untuk memahami arti konsep akibat – akibat ekstern
yang perlu ada perbedaan antara ongkos pribadian, ongkos sosial. Yang dimaksud
degan ongkos pribadi adalah ongkos yang dibelanjakan oleh produsen keatas
factor – factor produksi yang digunakan untuk mewujutkan barang yang
dihasilkannya. Sedangkan ongkos social adalah perbelanjanan penanan musuh
tanaman yang digunakan ongkos – ongkos lain yang mesti dibayar masyarakat
seperti kerugian kematian didalam system irigasi sebagai akibat penggunaan obat
pembasmi penyakit tanaman. Di dalam sebagian kegiatan ekonomi biaya pribadi
adalah sama dengan biaya sosial, dan di kegiatan lainnya ia sangat berbeda.
Akibat-akibat ekstern yang merugikan, akan wujud apabila biaya sosial melebihi
biaya pribadi.
Apabila suatu kegiatan ekonomi tertentu mewujudkan
hanya sedikit akibat ekstern yang merugikan, sebaliknya mewujudkan banyak
akibat ekstern yang menguntungkan, maka kegiatan ekonomi tersebut menimbulkan
manfaat sosial bersih (net social benefit)
yang menguntungkan kepada masyarakat. Ini merupakan akibat yang baik dan dalam
kasus ini sistem pasar bebas memberikan sumbangan penting kepada masyarakat
dalam meninggikan kemakmuran taraf mereka. Dalam perekonomian terdapat banyak
jenis kegiatan yang memberikan akibat seperti itu.
Sistem pasaran bebas tidak dapat mencegah timbulnya
biaya sosial yang tinggi sebagai akibat dari beberapa kegaitan ekonomi yang
dilakukan masyarakat. Contoh dari biaya sosial yang tinggi yang diwujudkan
sektor perusahaan adalah masalah pencemaran (polusi) dan masalah kesesakan.
Untuk mengembangkan suatu perekonomian perlulah diwujudkan berbagai jenis
kegiatan industri. Disamping menimbulkan manfaat kepada masyarakat dalam bentuk
kenaikan kesempatan kerja dan pendapatan, dan penyediaan barang konsumen yang
lebih banyak, kegiatan tersebut menimbulkan biaya sosial yang cukup serius,
yaitu pencemaran udara (sebagai akibat asap yang dikeluarkan oleh mesin-mesin
yang digunakan) dan pencemaran lingkungan, sebagai akibat pembuangan lebihan
yang tak berguna (waste) di
persekitaran industri tersebut.
Yang dimaksud dengan barang public
adalah barang yang penggunaannnya secara berssama-sama seperti pembangunan
jalan, televisi dan lain-lain. Sedangkan barang merit adalah barang yang sangat
diperlukan oleh masyarakat dan sangat penting bagi kemakmuran masyarakat.
Contoh barang merit yang baik adalah pendidikan dan barang merit yang buruk
adalah perjudian.
Sistem Pasar Bebas sempurna adalah
system ekonomi yasng ideal yang dalam prakteknya tidak akan wujud. Pasar
persaingan sempurna diberbagai kegiatan ekonomi adalah ciri utama dari system
ekonomi pasar bebas, dan dalam prakteknya tidak satu jenis pasar barang pun
boleh digolongkan sebagai pasar persaingan sempurna.
Perkembangan ekonomi yang tidak
seimbang di berbagai kegiatan ekonomi dan di berbagai wilayah adalah contoh
dari ketidakefektifan sistem pasar. Berkenan dengan pembangunan di berbagai
wilayah ahli-ahli ekonomi telah menunjukkan bahwa kawasan yang lebih kaya akan dapat
berkembang dengan lebih cepat, sedangkan kawasan yang lebih miskin akan
menghadapi banyak masalah dalam mengembangkan kegiatan ekonomi mereka.
Penyesuaian yang lebih lambat dari yang dimisalkan dalam teori menyebabkan
mekanisme pasar tidak dapat mengembalikan keadaan keseimbangan dengan cepat.
Salah satu kelemahan dalam sistem
pasar bebas adalah kecenderungan menciptakan distribusi pendapatan yang tidak
setara apabila perekonomian semakin berkembang. Perekonomian pasar cenderung
memberikan return lebih besar kepada pihak-pihak yang bekerja lebih efisien,
giat, pandai, memiliki ketrampilan, dan pemikiran yang kreatif.
Tujuan dari kegiatan setiap
perekonomian adalah mewujudkan keadilan ekonomian, yaitu setiap golongan
individu dalam masyarakat dapat menikmati hasil-hasil kegiatan ekonomi secara
merata. Maka wujudnya ketidaksetaraan yang nyata dalam distribusi pendapatan
dan kekayaan menimbulkan ketidakpuasan terhadap operasi dan efisiensi sistem
ekonomi pasar bebas.
Beberapa kegagalan mekanisme pasar
diatas menyebakan perlunya campur tangan pemerintah dalam memperbaiki
pengaturan kegiatan ekonomi. Dari kelemahan-kelemahan mekanisme pasar yang
telah di uraikan dibagian sebelumnya. Ini dapat simpulkan bahwa campuran tangan
pemerintah mempunyai beberapa tujuan penting seperti yang dinyatakan adalah
sebagai berikut:
·
Mengawasi agar eksternaliti kegiatan ekonomi yang
merugikan dapat dihindai atau akibat buruknya dapat dikurangi
·
Menyediakan barang public yang cukup sehingga
masyarakat dapat memperoleh barang tersebut dengan mudah dan dengan biaya yang
murah.
·
Mengawasih kegiatan-kegiatan perusahan, terutama
perusahan-perusahaan yang besar dapat mempengaruhi pasar, agar mereka tidak
mempunyai kekuasaan monopoli merugikan khalayak ramai.
·
Menjamin agar kegiatan ekonomi yang dilakukan tidak
menimbulkan penindasan dan ketidaksetaraan di dalam masyarakat.
·
Memastikan agar pertumbuhan ekonomi dapat diwujudkan
dengan efisien.
Campur
tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi dapat dibedakan dalam tiga bentuk:
1.
Membuat dan melaksanakan peraturan
dan undang-undang.
2.
Secara langsung melakukan beberapa
kegiatan ekonomi (membuat perusahaan).
3.
Melakukan kebijakan fiskal dan
moneter.
·
Yang pertama, peraturan dan
undang-undang akan menciptakan suasana ekonomi dan sosial yang akan memberikan
galakan kearah terciptanya sisem mekanisme pasar yang lancer.
·
Yang kedua, peraturan dan
undang-undang dapat digunakan untuk memastikan agar persaingan yang dilakukan
oleh perusahaan-perusahaan dilakukan sebebas mungkin dan kekuasaan monopoli
sedapat mungkin dilenyapkan.
Kedua peranan dari peraturan dan
undang-undang untuk memperbaiki kelancaran operasi mekanisme pasar diuraikan di
bawah ini.
Pentingnya membuat peraturan dan undang-undang yang
akan menjamin berfungsinya mekanisme pasar secara efisien, dapat dengan jelas
dilihat apabila diperhatikan akibat-akibat buruk yang mungkin timbul apabila
setiap pelaku kegiatan ekonomi diberikan kebebasan yang tidak terbatas dalam
melakukan kegiatannya. Tujuan setiap perseorangan atau perusahaan untuk
mencapai keuntungan yang maksimum bagi dirinya adakalanya akan sangat merugikan
masyarakat.
Tujuan kedua dari membuat undang-undang yang mengatur
kegiatan ekonomi adalah untuk menjamin agar dalam prekonomian tidak terdapat
kekuasaan monopoli dan setiap pelaku kegiatan ekonomi dapat menjalankan
kegiatannya dalam suasana persaingan yang relatif bebas. Berlakunya persaingan
yang bebas merupakan salah satu syarat penting untuk menciptakan mekanisme pasar
yang ehisien dan berjalan dengan lancar.
Secara langsung melakukan beberapa kegiatan ekonomi
(membuat perusahaan) yaitu dengan memproduksi barang publik. Campur tangan
pemerintah dalam perekonomian tidak saja terbatas kepada menyediakan barang
bersama dan barag setengah bersama, tetapi juga menghasilkan barang-barang atau
jasa-jasa yang tidak digunakan secara bersama oleh seluruh masyarakat.
Barang-barang itu dapat dijual kepada perseorangan-perseorangan dalam
masyarakat. Dengan demikian tidak timbul kesukaran untuk memungut pembayaran ke
atas barang-barang yang digunakan.
Kebijakan moneter adalah kebijakan
yang dijalankan oleh bank sentral untuk mengatur jumlah uang dalam
perekonomian. Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah didalam memungut
pajak dan membelanjakan pendapatan pajak tersebut untuk membiayai
kegiatan-kegiatannya. Di dalam perekonomian kedua kebijakan ini digunakan oleh
pemerintah untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu:
§
Untuk mengatasi masalah-masalah
pokok makroekonomi yang timbul, yaitu masalah pengangguran, masalah kenaikan
harga-harga dan masalah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang memuaskan.
§
Untuk menjamin agar faktor-faktor
produksi digunakan dan dialokasikan keberbagai kegiatan ekoomi secara efisien.
§
Untuk memperbaiki keadaan distribusi
pendapatan yang tidak seimbang yang selalu tercipta di dalam masyarakat yang
kegiatan-kegiatan ekonominya terutama diatur oleh sistem pasar bebas.
PENUTUP
1. Pada
dasarnya bab ini membuat penilaian keatas efisiensi dari operasi sistem pasar
bebas dan peranan pemerintah dalam memperbaiki sistem pasar bebas sehingga ia
dapat beroperasi dengan lebih ideal yaitu dapat mengembangkan ekonomi dan pada
waktu yang sama meningkatkan kemakmuran untuk seluruh masyarakat
2. Kebaikan sistem pasar bebas meliputi aspek-aspek
berikut:
a) Faktor –
factor produksi akan digunakan dengan efisien.
b) Kegiatan
ekonomi dalam pasar diatur dan diselaraskan dengan efisien.
c) Pelaku
kegiatan diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi yang disukainya.
d)
Pertumbuhan ekonomi yang teguh akan dapat diwujudkan.
3.Di samping
itu sejak lama ahli-ahli ekonomi telah melihat beberapa kelemahan berikut dari
sistem pasar bebas.
a)
Akibat – akibat ekstern (eksternaliti) yang merugikan.
b)
Kekurangan produksi barang public dan barang merit.
c)
Kewujudan kekuasaan monopoli dalam pasar.
d)
Kegagalan membuat penyesuaian degan efisien
e)
Distribusi pendapatan tidak seimbang.
4.Untuk
mengatasi kelemahan yang dinyatakan dalam nomor 3, pemerintah perlu campur
tangan dalam sistem pasar bebas. Campur tangan tersebut dapat dibedakan kepada
tiga bentuk:
a)
Membuat dan melaksanakan peraturan dan undang-undang.
b)
Secara langsung melakukan beberapa kegiatan ekonomi (membuat perusahaan).
c)
Melakukan kebijakan fiskal dan moneter.
Sukirno Sadono, “MIKRO
EKONOMI Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, Jakarta: Rajawali Pers, 2009.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar