MAKALAH
KINDAHAN
DI
SUSUN OLEH :
NAMA
: HARDIYANTI RUKMANA
NIM
: 2014-11-0029
MATAKULIAH : ILMU BUDAYA
DASAR
DOSEN PENGASUH :
YELLI ASWARI NINGSIH,SH,MM
SEKOLAH TINGGI EKONOMI
MANAJEMEN
YAYASAN PENDIDIKAN
PRABUMULI
KATA
PENGANTAR
Puji syukur
Alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Allah Swt. Yang telah memberikan banyak
nikmatnya kepada kami. Sehingga saya mampu menyelesaikan Makalah KEINDAHAN
sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Makalah ini saya buat dalam
rangka memenuhi salah satu syarat penilaian mata kuliah ILMU BUDAYA DASAR.
Penyusunan makalah ini tidak berniat untuk mengubah materi yang sudah tersusun.
Namun, hanya lebih pendekatan pada study banding atau membandingkan beberapa
materi yang sama dari berbagai referensi. kami sebagai penyusun pastinya tidak
pernah lepas dari kesalahan. Begitu pula dalam penyusunan makalah ini, yang
mempunyai banyak kekurangan. Oleh karena itu, Saya mohon maaf atas segala kekurangannya.
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
I
KATA PENGANTAR
I
DAFTAR ISI
II
1.1 LATAR BELAKANG…………………………………..……….…………..………………………………..III
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN …..………………………………………………..…………………..………IV
1.3 RUMUSAN MASALAH.…………………… ………………….………………………………..….…...IV
BAB II PEMBAHASAN
1
2.1 PENGERTIAN KEINDAHAN………………………………………………..…..……................……1
2.2 SIFAT DAN JENIS KEINDAHAN
………………………………………...…………………….……….6
2.3 HUBUGAN MANUSIA DAN
KEINDAHAN……………………..……………………...………….8
2.4 HUBUNGAN MANUSI DAN KEINDAHAN DARI PERSPEKTIF
AGAMA……………...11
2.5 SEBAB MANUSIA MENCINTAI KEINDAHAN
…………………………………...….….........14
2.6 CARA UNTUK MENGETAHUI SUATU KEINDAHAN
……………………...………….…….16
2.7 PENGARUH KEINAHAN PADA JIWA
MANUSIA………………….………………..…………18
2.8 KEINDAHAN DALAM ARTI ESTETIK MURNI DAN
TERBATAS ……………………….…19
2.9 NILAI INTRISIK DAN
ENTRISTIK………………………………………………………………………20
2.10 KREATIFITAS DAN KARYA
CIPTA………………………………………………………………….25
2.11 KEINDAHAN DAN
KEBUDAYAAN…………………………...…………………..……………….27
BAB III
PENUTUP
31
DAFTAR
PUSTAKA………………………………………………………………………………………………32
1.1
Latar Belakang
Keindahan berasal dari kata indah, yang artinya bagus, permai, cantik,
elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil
seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara
dan lain sebagainya. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas
keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi,
social dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan merupakan bagian hidup dari manusia.
Keindahan sangat berhubungan erat dengan
manusia,seni,keserasian,kehalusan.Kata orang tanpa ada keindahan adalah manusia
yang mati sebelum waktunya.Bisa jadi,karena keindahan adalah pelengkap hidup
manusia
Maka bila
manusia yang hidup tanpa keindahan pada hakikatnya dia sudah mati. Keindahan
bisa membuat kita gembira, bersyukur, dan lain-lain. Orang yang hidup tanpa
keindahan pada realita maka dia akan cenderung kurang bersemangat. Oleh karena
itu, dalam makalah ini kita dapat mengetahui lebih dalam manusia dan keindahan.
Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran
adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai
daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti
tidak indah. Karena itu tiruan lukisan. Monalisa tidak indah, karena dasarnya
tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan
kebenaran menurut konsep seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya
mengenai objek yang diungkapkan.
Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera
perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
1.2
Maksud dan Tujuan
Maksud dari penulisan makalah yang berjudul “Keindahan : dari Perspektif
adalah untuk memenuhi persyaratan tugas yang diberikan agar mendapatkan
penilaian yang bagus dalam mata kulia Ilmu Budaya Dasar. Dan untuk pembelajaran
bagi para mahasiswa yang membutuhkan ilmu pengetahuan dari makalah ini.
1.3
Rumusan masalah
Apa yang di makasud dengan keindahan ?
Apa saja sifat dan jenis keindahan ?
Bagai mana hubungan manusia dengan keindahan?
Bagaimana hubungan manusia dengan keidahan dari
pespektif agama?
Apa sebab manusia mencintai keindahan ?
Bagaiman cara untuk mengetahui suatu keindahan ?
Apa pengaruh keindahan pada jiwa manusia?
Apa Keindahan dalam arti estatik murni dn terbatas?
Apa yang di maksud dengan nilai intrinsic dan nilai
entrinstik?
Apa Kreatifitas dan karya cipta?
Apa huungan Keindahan dan kebudayaan ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah ,yang artinya adalah
bagus,permai,cantik,elok,molek dan sebagainya.Keindahan adalah salah satu dari
kehidupan yang merupakan sebuah kodrat.Karena manusia brusaha menciptakan
keindahan untuk memenuhi kebutuhan ,selain itu manusia menciptkan karya cipta
dipengaruhi oleh pengalaman dan faktor alam.Benda yang mempunyai sifat indah
adalah segala hasil seni meskipun tidak semua hasil seni indah ,pemandangan
alam(pantai,pegunungan,danau,bunga-bunga),manusia(wajah,mata,bibir,hidung,rambut,kaki,tubuh,)Keindahan
adalah identik dengan kebenaran atau kenyataan.
Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan,
tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan,
bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan
diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok.
Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial,
dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang
dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu
budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Menurut The Liang Gie dalam bukunya ‘Garis Besar Estetik’(Filsafat Keindahan)
dalam bahasa inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata
“beautiful”Perancis “beau”,Italia dan Spanyol “bello”.Kata-kata itu berasal
dari bahasa latin “bellum”.Akar Katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan
kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir dipendekan
sehingga
pengertian
Keindahan Seluas-luasnya Meliputi :
1.Keindahan Seni
Pandangan Plato tentang karya seni dipengaruhi
oleh pandangannya tentang ide. Sikapnya terhadap karya seni sangat jelas dalam
bukunya Politeia (Republik). Plato memandang negatif karya seni. Ia menilai
karya seni sebagai mimesis mimesos. Menurut Plato, karya seni hanyalah tiruan
dari realita yang ada. Realita yang ada adalah tiruan (mimesis) dari yang asli.
Yang asli itu adalah yang terdapat dalam ide. Ide jauh lebih unggul, lebih
baik, dan lebih indah daripada yang nyata ini.
2.Keindahan Alam
Menurut
Pandangan Plato , keindahan yang ada di dalam alam semesta ini hanyalah
keindahan semu dan merupakan keindahan pada tingkatan yang lebih rendah.
3.Keindahan Moral
Moral
adalah istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan
yang mempunyai nilai positif. Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral
artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia
lainnya. Sehingga moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia.
Keindahan moral adalah mimpi dan harapan panjang manusia. Ia, seperti layaknya imajinasi, menjadi panggung tak berbatas, melahirkan kisah-kisah tontonan yang tak pernah mati di bioskop-bioskop. Ia menjadi ruang berhenti sejenak dari dunia nyata, sebuah tarikan napas untuk memacu harapan.
Keindahan moral adalah mimpi dan harapan panjang manusia. Ia, seperti layaknya imajinasi, menjadi panggung tak berbatas, melahirkan kisah-kisah tontonan yang tak pernah mati di bioskop-bioskop. Ia menjadi ruang berhenti sejenak dari dunia nyata, sebuah tarikan napas untuk memacu harapan.
4.Keindahan Intelektual
Keindahan
intelektual adalah pemikiran yang indah berdasarkan ilmu pengetahuan.
Manusia setiap waktu memperindah diri,pakaian,rumah,kendaraan,dan sebgainya
agar segalanya tampak mempesona dan menyenangkan bagi yang melihatnya .Semu ini
menunjukan betapa manusia sangat gandrung dan mencintai keindahan.Menurut
cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai sesuatu kualitas abstrak
dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah .Untuk pembedaan itu dalam bahasa
inggris sering dopergunakan istilah “beauty” (keindahan) dan” the beautiful”
(benda atau hal indah).Dalam pembatasan filsafat ,kedua pengertian ini
kadang-kadang dicampuradukan saja disamping itu terdapat juga perbedaan menurut
luasnya perngertian ini sebagai berikut :
1. Keindahan dalam
arti luas
Keindahan dalam arti luas meliputi
keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual. Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan.bahwa keindahan dalam arti luas
mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah
dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai
sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.
. Jadi pengertian yang seluas-Iuasnya meliputi :
• keindahan seni
• keindahan alam
• keindahan moral
• keindahan intelektual.
. Jadi pengertian yang seluas-Iuasnya meliputi :
• keindahan seni
• keindahan alam
• keindahan moral
• keindahan intelektual.
2. Keindahan dalam
arti estetis murni
Keindahan dalam arti setetik murni
menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu
yang diserapnya.
3. Keindahan dalam
arti terbatas dalam pengertiannya dengan penglihatannya.
Keindahan dalam arti terbatas adalah
yang menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan, yaitu berupa
keindahan bentuk dan warna.
Keindahan
dalam arti yang terbatas, mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya
menyangkut bendabenda yang dapat -diserap dengan penglihatan, yakni berupa
keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan
kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang
berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang
selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengarnat.
Dilihat
dari beberapa persepsi tentang keindahan berikut ini :
1.
Keindahan adalah sesuatu yang rnendatangkan rasa menyenangkan bagi yang
melihat(Tolstoy).
2.
Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari
bagian-bagian yang saling berhubungan satu sarna lain, atau dengan keseluruhan
itu sendiri. Atau, beauty is an order of parts in their manual relations and in
their relation to the whole (Baumgarten).
3.
Yang indah hanyalah yang baik. Jika belum baik ciptaan itu belurn indah.
Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan-ciptaan yang amoral
tidak bisa dikatakan indah, karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral
(Sulzer).
4.
Keindahan dapat terlepas sarna sekali dari kebaikan (Winehelmann).
5.
Yang indah adalah yang rnemiliki proporsi yang harmonis. Karena proporsi yang
harrnonis itu nyata, maka keindahan itu dapat disamakan dengan kebaikan. Jadi,
yang indah adalah nyata dan yang nyata adalah yang baik (Shaftesbury).
6.
Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang (Hume).
7.
Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang, dan itu adalah
yang dalam waktu sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengalaman yang
menyenangkan (Hemsterhuis).
·
Herbet Read merumuskan bahwa keindahan adalah kesatuan dan
hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi
manusia.
·
Filsuf abad pertengahan Thomas Amuinos mengatakan bahwa keindahan adalah
sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.
·
Thomas Aquinos (1225-1274) mengatakan bahwa keindahan
adalah sesuatu yang menyenangkan bila mana dilihat (Id qout visum placet).
·
Khalil Gibran mengungkapkan bahwa Keindahan adalah sesuatu yang menarik jiwamu.
Keindahan adalah cinta yang tidak memberi namun menerima.
·
Baumgarten adalah Keindahan adalah keselur uhan yang merupakan susunan yang
teratur dari bagian- bagian yang saling berhubungan satu sama lain, atau dengan
keseluruhan itu sendiri.
· The
Liang Gie dalam bukunya “ Garis Besar Estetik” (Filsafat Keindahan), dalam
bahasa Inggris Keindahan diterjemahkan dengan kata “Beautiful”, bahasa Perancis
“Beau” , Italia dan Spanyol “Bello” , kata-kata itu ber asal dar i bahasa Latin
“Bellum” , akar katanya adalah “Bonum” yang berarti Kebaikan kemudian mempunyai
bentuk pengecilan menjadi “Bonellum” dan terakhir dipendekkan menjadi “bellum”.
karya seni sebagai hasil ciptaan manusia, mempunyai
nilai-nilai tertentu untuk memuaskan sesuatu keinginan manusia.
Dilihat dari mediumnya, maka suatu karya seni
mempunyai :
- Nilai inderawi (sensous value), bahwa dengan nilai ini pengamat memperoleh kepuasan lewat ciri-ciri inderawi hasil seni seperti warna-warna yang terpancar dari suatu lukisan atau kata-kata yang indah terdengar dalam suatu deklamasi saja.
- Nilai formal (formal value), yang membuat sipengamat menghargai atau mengagumi bentuk karya seni tersebut.
- Nilai Pengetahuan (cognitive value), bahwa dengan penghayatan seni membuat orang sadar akan realita subjektif, pengalaman intern dan perasaannya.
- Nilai kehidupan (life value), melalui karya seni berbagai nilai kehidupan diteruskan, seperti ide, thema, atau dalil keadilan yang terselip didalam karya seni itu sendiri. Bahkan terhadap kehidupan pribadi, seseorang itu mampu merasa dan menilai secara halus karya seni yang dihayatinya sehingga dalam hal ini dapatlah dikatakan bahwa seni untuk seni
2.2 SIFAT DAN JENIS KEINDAHAN
a.Sifat Keindahan
Sifat keindahahan adalah mempunyai daya tarik, abadi, merupakan kebenaran, dan menciptakan kenikmatan. Sifat keindahan bersumber dari unsur rasa yang ada dalam diri manusia, yang memberi pertimbangan bahwa keindahan adalah kebaikan dan dibenarkan oleh akal. Sifat-sifat keindahan antara lain 1) Baik, 2) Asli, 3) Abadi, 4) Wajar, 5) Nikmat, 6) Biasa, 7) Relatif.
Ø Keindahan itu kebenaran
(bukan tiruan)
Ø Keindahan itu abadi
(tidak pernah dilupakan)
Ø Keindahan mempunyai daya
tarik (memikat perhatian orang, menyenangkan, tidak membosankan)
Ø Keindahan itu universal
(tidak terikat dengan selera perseorangan, waktu dan tempat)
Ø Keindahan itu wajar
(tidak berlebihan dan tidak pula kurang atau menurut apa adanya)
Ø Keindahan itu kenikmatan
(kesenangan yang memberikan kepuasan)
Ø Keindahan itu kebiasaan
(dilakukan berulang-ulang. Yang tidak biasa dan tidak indah namun karena
dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi biasa dan indah)
b. Jenis-jenis sesuatu yang indah
1.Di
lihat dari sesuatu yang indah dapat di bedakan menjadi 2 yaitu
a. sesuatu yang indah bersifat alami
contoh : indah nya peman dangan alam ,indah
nya kicauan burung dll
b. sesuatu yang indah hasil kicauan ciptaan
manusia
contoh : karya seni,lukisan dll
2.
Dilihat dari sudut pandang dari wujud nya dibagi menjadi 2
a. sesuatu yang indah berbenuk lakhiriah
contoh : bangunan yang indah,pakaian yang
indah, kota yang indah dll
b.Sesuatu yang indah berbentuk rohaniah
(sesuatu yang indah jenis ini tidak
terungkap secara pisik tetapi dapat di rasakan adanya ) pikiran,
perasaan dan kemauan (cipta, rasa dan karsa). setiap tindakan dan perbuatan
timbul karena adanya kemauan. Dengan adanya kemauan, manusia dapat menentukan
pilihan berbuat atau tidak berbuat sesuatu baik berbuat baik atau tidak berbuat
baik.
Contoh : prilaku yang indah, pikiran yang
indah,rasa yang indah dll
Ada
tiga unsur – unsur keindahan
1.
adanya keutuhan suatu objek
2.
adanya keseimbangan antara unsure-unsur yang menyusun suatu objek
Yakni
karena keindahan itu merupakan nilai yang intrinsik ada pada suatu objek,
artinya seekor kupu-kupu memang lebih indah dari pada seekor lalat hijau.
3.adanya
keserasihan hubungn antara objek sebagai sesuatu yang indah dengan subjek yng
memilik rasa indah
Artinya
kualitas keindahan itu baru ada apabila terjadi pertemuan antara subjek manusia
dan objek substansi.
2.3 HUBUNGAN MANUSIA DAN KEINDAHAN
Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga diperlukan
pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian
(seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya manjadi bagian
dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur
politik. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman
manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan
budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian
hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun
kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan merupakan kebenaran dan
kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan
mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran
berarti tidak indah. Karena itu tiruan lukisan Monalisa tidak indah, karena
dasarnya tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu,
melainkan kebenaran menurut konsep seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan
makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.
Manusia menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman
keindahan. Pengalaman keindahan biasanya bersifat terlihat (visual) atau terdengar
(auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut. keindahan tersebut
pada dasarnya adalah almiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu adalah wajar
tidak berlebihan dan tidak kurang. Konsep keindahan itu sendiri sangatlah
abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan behenti pada pada
sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri.
Keindahan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah,
sedangkan yang tidak ada unsur keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Orang
yang mempunyai konsep keindahan adalah orang yang mampu berimajinasi, rajin dan
kreatif dalam menghubungkan benda satu dengan yang lainya. Dengan kata lain
imajinasi merupakan proses menghubungkan suatu benda dengan benda lain sebagai
objek imajinasi. Demikian pula kata indah diterapkan untuk persatuan
orang-orang yang beriman, para nabi, orang yang menghargai kebenaran dalam
agama, kata dan perbuatan serta orang –orang yang saleh merupakan persahabatan
yang paling indah.
Jadi keindahan mempunyai dimensi interaksi yang sangat luas baik
hubungan manusia dengan benda, manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan,
dan bagi orang itu sendiri yang melakukan interaksi. Pengungkapan keindahan
dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula.
Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup
manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam
masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Tujuannya tentu
saja dilihat dari segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan bagi
manusia secara kodrati.
Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga
diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk
kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya manjadi
bagian dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas
dari unsur politik. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas
keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi,
sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan
merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan
manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
keindahan tersebut pada dasarnya adalah almiah. Alam itu
ciptaan Tuhan. Alamiah itu adalah wajar tidak berlebihan dan tidak
kurang. Konsep keindahan itu sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan
kebenaran. Batas keindahan akan behenti pada pada sesuatu yang indah dan bukan
pada keindahan itu sendiri. Keindahan mempunyai daya tarik yang selalu
bertambah, sedangkan yang tidak ada unsur keindahanya tidak mempunyai
daya tarik. Orang yang mempunyai konsep keindahan adalah orang yang mampu
berimajinasi, rajin dan kreatif dalam menghubungkan benda satu dengan yang
lainya. Dengan kata lain imajinasi merupakan proses menghubungkan suatu benda
dengan benda lain sebagai objek imajinasi. Demikian pula kata indah diterapkan
untuk persatuan orang-orang yang beriman, para nabi, orang yang menghargai
kebenaran dalam agama, kata dan perbuatan serta orang –orang yang saleh
merupakan persahabatan yang paling indah.
Jadi keindahan mempunyai dimensi interaksi yang sangat
luas baik hubungan manusia dengan benda, manusia dengan manusia, manusia dengan
Tuhan, dan bagi orang itu sendiri yang melakukan interaksi.
Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh
motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa
pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai
kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai
keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Tujuannya tentu saja dilihat dari
segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan bagi manusia secara
kodrati.
Ada beberapa alasan mengapa manusia menciptakan keindahan,
yaitu sebagai berikut:
2.4 HUBUNGAN MANUSIA DAN KEINDAHAN DARI PERSPEKTIF
AGAMA
Manusia
yang menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan.
Pengalaman keindahan biasanya bersifat terlihat (visual) atau terdengar
(auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut.
manusia memiliki lima komponen yang
secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen
tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Dengan modal
yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya
manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan.
Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan (walaupun
hanya untuk dirinya sendiri) dalam ruang renungnya, dengn akal pikiran manusia
melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari niolai-nilai, makna, manfaat,
dan tujuanSesuai dengan sifat kehidupan yang
menjasmani dan merohani, maka kehendak atau keinginan manusia itu pun bersifat
demikian. Jumlahnya tak terbatas. Tetapi jika dilihat dari tujuannya, satu hal
sudah pasti yakni untukmenciptakan kehidupan yang menyenangkan, yang memuaskan
hatinya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa “yang mampu menyenangkan atau memuaskan
hati setiap manusia itu tidak lain hanyalah sesuatu yang “baik”, yang “indah”.
Maka “keindahan pada hakikatnya merupakan dambaan setiap manusia; karena dengan
keindahan tu itu manusia merasa nyaman hidupnya. Melalui suasana . keindahan
itu perasaan “(ke) manusia (annya)” tidak terganggu.
Keindahan
tersebut pada dasarnya adalah almiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu
adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang. Konsep keindahan itu sendiri
sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan behenti
pada pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri. Keindahan
mempunyai daya tarik yang selalu bertambah, sedangkan yang tidak
ada unsur keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Orang yang mempunyai konsep
keindahan adalah orang yang mampu berimajinasi, rajin dan kreatif dalam
menghubungkan benda satu dengan yang lainya. Dengan kata lain imajinasi
merupakan proses menghubungkan suatu benda dengan benda lain sebagai objek
imajinasi. Demikian pula kata indah diterapkan untuk persatuan orang-orang yang
beriman, para nabi, orang yang menghargai kebenaran dalam agama, kata dan
perbuatan serta orang –orang yang saleh merupakan persahabatan yang paling
indah.
Jadi keindahan mempunyai dimensi interaksi yang sangat luas baik
hubungan manusia dengan benda, manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan,
dan bagi orang itu sendiri yang melakukan interaksi. Pengungkapan keindahan
dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu
pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan
hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam
masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Tujuannya tentu
saja dilihat dari segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan bagi
manusia secara kodrati.
Ada
beberapa alasan mengapa manusia menciptakan keindahan, yaitu sebagai berikut:
1)
Tata nilai yang telah usang
Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai
lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan
mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan, misalnya kawin paksa, pingitan, derajad
wanita lebih rendah dari derajad laki-laki. Tata nilai semacam ini dipandang
sebagai mengurangi nilai moral kehidupan masyarakat, sehingga dikatakan tidak
indah. Yang tidak indah harus disingkirkan dan digantikan dengan yang indah.
Yang indah ialah tata nilai yang menghargai dan mengangkat martabat manusia,
misalnya wanita. Hal ini menjadi tema para sastrawan zaman Balai Pustaka,
dengan tujuan untuk merubah keadaan dan memperbaiki nasib kaum wanita. Sebagai
contoh novel yang menggambarkan keadaan ini ialah "layar terkembang"
oleh Sutan Takdir Alisyahbana, "Siti Nurbaya" oleh Marah Rusli.
2)
Kemerosotan Zaman
Keadaan yang merendahkan derajad dan nilai kemanusiaan ditandai dengan
kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan
perbuatan manusia yang bejad terutama dari segi kebutuhan seksual. Kebutuhan
seksual ini dipenuhinya tanpa menghiraukan ketentuan-ketentuan hukum agama, dan
moral masyarakat. Yang demikian itu dikatakan tidak baik, yang tidak baik itu
tidak indah. Yang tidak indah itu harus disingkirkan melalui protes yang antara
lain diungkapkan dalam karya seni. Sebagai contoh ialah karya seni berupa
sanjak yang dikemukakan oleh W.S. Rendra berjudul "Bersatulah
Pelacur-pelacur Kota Jakarta". Di sini pengarang memprotes perbuatan bejad
para pejabat, yang merendahkan derajad wanita dengan mengatakan sebagai
inspirasi revolusi, tetapi tidak lebih dari pelacur.
3)
Penderitaan Manusia
Banyak faktor yang membuat manusia itu menderita. Tetapi yang paling
menentukan ialah faktor manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat orang
menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa, serakah, tidak berhati-hati dan
sebagainya. Keadaan demikian ini tidak mempunyai daya tarik dan tidak
menyenangkan, karena nilai kemanusiaan telah diabaikan, dan dikatakan tidak
indah. Yang tidak indah itu harus dilenyapkan karena tidak bermanfaat bagi
kemanusiaan.
4)
Keagungan Tuhan
Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan
alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan
mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan
itu. Seindah-indah tiruan terhadap ciptaan Tuhan, tidak akan menyamai keindahan
ciptaan Tuhan itu sendiri. Kecantikan seorang wanita ciptaan Tuhan membuat kagum
seniman Leonardo da Vinci. Karena itu ia berusaha meniru ciptaan Tuhan dengan
melukis Monalisa sebagai wanita cantik. Lukisan monalisa sangat terkenal karena
menarik dan tidak membosankan.
2. 5 SEBAB MANUSIA MENCINTAI KEINDAHAN
APA SEBAB MANUSIA MENCIPTAKAN KEINDAHAN ?
Keindahan itu pada dasamya adalah alamiah. Alam
ciptaan Tuhan. lru berarii bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya
wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis melukis wanita lebih
cantik dari keadaan sebcnamya, justru tidak indah. Bila ada pemain drama yang
berlebih-lebihan; misalnya marah dengan meluap-luap padahal masalahnya kecil,
atau karena kehilangan sesuatu yang tidak berharga kemudiah menangis
meraung-raung, itu berarti tidak indah. Pengungkapan keindahan dalam karya seni
didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu
dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia,
mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat,
mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya.
Tujuannya tentu saja dilihat dari segi nilai
kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan bagi manusia secara kodrati.
Berikut ini akan dicoba menguraikan alasan/motivasi dan tujuan seniman menciptakan
keindahan.
Keindahan
pada dasarnya adalah alamiah. Alam itu ciptaan tuhan. Ini berarti bahwa
keindahan juga ciptaan tuhan. Menurut al-qur`an alam ini sepenuhnya milik alah,
karena allahlah yang menciptakan.
Alamiah
itu artinya wajar, tidak berlebihan, tidak pula kurang. Kalau pelukis wanita
lebih cantik dari keindahan yang sebenarnya, judtru tidak indah. Karena akan
ada ucapan “ lebih cantik ndari warna aslinya”.
Bila ada sebuah drama,
pemakaannya itu berlebih-lebihan
Contoh : marah dengan meluap-luap
padahal kesalahan kecil dan ada seserang kehilangan barangnya yang tidak
berharga, kemudian dia menangis. Itu dinamakan tidak alamiah.
Jadi kesimpulannya adalah
keindahan berasal dari kata “ Indah”
berati bagus, permai, cantik, molek, dan sebagainya.
Benda yang mengandung keindahan adalah
segala hasil seni dalam alam semeta
ciptaan tuhan. Sangat luas kawasan keindahan bagi manusia.
Keindahan identik dengan kebenaran. Keduanya
mempunyai niali yang sama. Abadi dan mepunyai daya tarik yang selalu bertambah.
Keindahan bersifat universal.sejak abad ke 18 penhgertian keindahan ini telah
dimulai oleh para filosofi. Keindahan dapat dibedakan sebagai suatu kuaitas
abstrak dan sebagai sebuah banda tertentu yang indah.
Keindahan
dalam arti abstrak murni mencakup pengalaman abstrak seseorang dalam hubungan
dengan segala sesuatu yang diserapnya.
Ciri-ciri
keindahan, menytangkut kualitas hakiki dari segala benda yang mengandung
kesatuan, keselarasan, kesetangkupan, keseimbangan, pertentangan. Dari
ciri-ciri itu diambil kesimpulan bahwa keindahan tersusun dari keselarasan dan
pertentangan dari garis warna, bentuk dan kata-kata.
Defenisi
keindahan sangat luas. Karena itu dalam abstetik modern orang lebih suka berbicara tentang
seni dan astetika. Itu merupakan gejala kongkrit yang dapat dikelan dengan
pengalaman secara emperik dan penguraian sistematik daam Al-quran Allah SWT
berfirman.
Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada
mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka
akan menjawab: "Allah." Katakanlah : "Segala puji bagi
Allah"; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan
yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. .(Q.SLuknan,[31]:25-26)
Bahkan manusia adalah : bagaian alam itu
sendiri, karena Ia ciptakan bermula dari apa yang ada dialam.Allah mengatakan
dalam Al-Qur`an
Dia-lah Allah, yang menjadikan
segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit,
lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu(Q,S.
Al-Baqarah : [2] : 29).
2.6
CARA-CARA UNTUK MENGETAHUI SUATU KEINDAHAN
1.
Renungan
Renungan berasal dari kata renunag, merenung artinya dengan
diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam.
Renungan adalah hasil merenung. Setiap orang pernah merenung. Sudah tentu kadar
renungannya satu sarna lain berbeda, meskipun obyek yang direnungkan sama,
lebih pula apabila obyek renungannya berbeda. Jadi apa yang direnungkan itu
bergantung kepada obyek dan subyek. Contoh mengenai keindahan yaitu, suatu
ketika manusia ingin membuat suatu karya seni rupa kemudian manusia itu belum
mempunyai ide tentang karya seni rupa apa yang ingin iya buat, lalu ia merenung
dengan menyendiri atau pergi kesuatu tempat agar ia bisa tenang dan dapat
berfikir untuk menemukan ide untuk karya seni rupa yang ingin ia buat.
2.
Keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi-serasi dari kata dasar
rasi artinya cocok, sesuai, atau kena benar. Kata cocok sesuai atau kena
mengandung unsur pengertian perpaduan, ukuran dan seimbang. Keserasian identik
dengan keindahan. Sesuatu yang serasi tentu tampak indah dan yang tidak serasi
tidak indah. Karena itu sebagian ahli pikir berpendapat, bahwa keindahan ialah
sejumlah kualita pokok tertentu yang terdapat pada suatuhal.
3.
Kehalusan
Kehalusan berasal dari kata halus artinya tidak kasar
(perbuatan) lembut, sopan, baik (budi bahasa), beradab. Kehalusan berarti
sifat-sifat yang halus.
Halus
itu berarti suatu sikap manusia dalam pergaulan baik dalam masyarakat kecil
maupun dalam masyarakat luas. Sudah tentu sebagai lawannya ialah sikap kasar
atau sikap orang-orang yang sedang emosi, bersikap sombong, bersikap kaku sikap
orang yang sedang bermusuhan. Oleh karena itu kehalusan dapat menunjukan nilai
keindahan seseorang dan sikap kasar bisa mengurangi nilai keindahan dari
seseorang.
4.
Kontemplasi
Suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir penuh dan
mendalam untuk mencari nilai-nilai makna, manfaat, dan tujuan, atau niat hasil
penciptaan. Disamping itu seni menurut wataknya akan berpadu dengan keindahan
karena itu menurut logika deduktiv dapa dikatakan bahwa keindahan dalam seni
juuga harus di kontemplasikan.
Kesimpulan
ini mengandung dua saran :
a. Bahwa
untuk dapat menciptakannkeindahan dalam hasil karya seni teerlebih dahulu harus
ditempuh proses kontemplasi.
b. Keindahan
yang berpadu dalam hasil cipta seni harus dikontemplasikan untuk menemukan
rahasia dan nilai-nilai dibalik keindahan formalnya.
2.7
PENGARUH KEINDAHAN PADA JIWA MANUSIA
Pengaruh atau peran dari keindahan yang mempunyai daya tarik yang sangat
kuat mengakibatkan berubahnya situasi dan kondisi pada diri manusia, dampak dari
keindahan dapat sangat dirasakan oleh manusia, keindahan bisa mengubah suasana
yang tidak nyaman bisa menjadi nyaman, dapat menghilangkan galau, bahkan dengan
seringnya kita melihat keindahan maka kesehatan jiwa kita akan sangat bagus,
bahkan sugestinya baik pada tubuh dan psikologis kita.
Maka
dari itu kita sangat membutuhkan keindahan, melalui apapun itu bentuknya yang
paling bagus dari yang saya rasakan adalah keindahan alam dan keindahan lain
yang paling memberikan dampak signifikan bagi fikiran saya.
Daya
tarik yang kuat memiliki efek berubahnya situasi dan kondisi pada manusia,
keindahan bisa mengubah suasana yang tidak nyaman bisa menjadi nyaman , bahkan
dengan seringnya kita melihat keindahan,maka kesehatan jiwa kita akan sangat
bagus,sehingga mempengaruhi jasmani dari diri kita sendiri,karena fikiran kita
yang sudah fresh.
Keindahan sangat mempengaruhi jiwa manusia karena
dengan keindahan maka terciptalah jiwa yang indah pula. Dapat diartikan sebagai
iwa yang tenang, damai, nyaman, dan tentram.
2.8 KEINDAHAN DALAM ARTI ESTETIK MURNI DAN
TERBATAS
a.Keindahan
dalam arti estetik murni
Keindahan dalam arti setetik murni menyangkut
pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang
diserapnya.
Dalam
rangka teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa pengertian
keindahan diangggap sebagai salah satu jenis nilai sepertihalnya nilai
moral,nilai ekonomik,nilai pendidikan dan nilai sebagainya,Nilai yang
berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan
disebut nilai estetik.Nilai adalah suatu realitas pskologis yang harus
dibedakan secara tegas dari kegunaan ,karena terdapat dalam jiwa manusia dan
bukan pada bendanya itu sendiri.Nilai itu oleh orang percaya terdapat pada
sesuatu benda sampai terbukti ketakbenarannya.Dalam “Dictionary Of Sociology
And Related Science”diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut : The
believed capacity of any object to saticgy a human desire.The Quality of any
object which causes it be of interest to an individual or a group. Maksudnya
adalah Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat mmuaskan
keinginan manusia.Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang
atau suatu kelompok.
Hal itu bearti bahwa nilai adalah semata-mata adalah realita psikologi yang
harus dibedakan secara tegas dari kegunaan,karena terdapat dalam jiwa
manusia dan bukan pada hendaknya itu sendiri .Nilai itu oleh orang
dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya.
.
Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.
Keindahan dalam arti yang terbatas, mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut bendabenda yang dapat -diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengarnat.
Keindahan dalam arti yang terbatas, mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut bendabenda yang dapat -diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengarnat.
b. Keindahan dalam arti terbatas
Keindahan dalam arti terbatas adalah sesutu Yng tidak
saja dapat memberikan rasa indah tetapi juga dapat mendatangkan manfaat bagi
hidup dan kehidupan seseorang, oleh karena itu sesuatu yang indah tidak dapat
di lepaskan kaitanya dengan yang baik dan benar , yang menyangkut benda-benda yang dapat
diserap dengan penglihatan, yaitu berupa keindahan bentuk dan warna.
Dengan panca indera kita setiap saat menikmati
keindahan dan berusaha menciptakan atau berbuat memperindah agar lebih menarik,
mempesona dan menyenangkan bagi yang melihatnya. Semua itu menunjukkan bahwa setiap manusia
mencintai keindahan.
2.9
NILAI INTRISIK DAN ENTRISTIK
Kata
estetika berasal dari kata Aesthesiss yang artinya perasaan atau sensitivitas, karena
memang pada awalnya pengertian ini berhubungan dengan lidah dan perasaan. Dalam
pengertian teknis, Estetika adalah ilmu keindahan atau ilmu yang mempelajari
keindahan, kecantikan secara umum. Estetika adalah salah satu cabang filsafat.
Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan. Pembahasan
lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari
nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen
dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan filosofi seni.
Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian
keindahan disebut Nilai Estetik.
Nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan obyektif .Tetapi
penggolongannya yang penting ialah :
a. Nilai Ekstrinsik
adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk
sesuatuhal laina (instrument/contributory),yakni nilai yang bersifat sebagai
alat atau membantu.
b. Nilai Instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan
,atau sebagai suatu tujuan ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya : pesan puisi yang
ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai
intrinsik , Lukisan yang dibuat oleh tangan manusia memiliki arti
dan maksud dari lukisan yang ia buat. Dalam
Membedakan nilai ekstrinsik dan nilai intrinsik
Nilai instrinsik adalah nilai yang terkandung dari benda atau sesuatu
itu sendiri, yang bersifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai
suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Sedangkan nilai
ekstrinsik adalah nilai yang berasal dari luar benda atau sesuatu itu sendiri
yang bersifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal
lainnya (Instrumental/ Contributory value), yakni nilai yang ber sifat sebagai
alat atau membantu.
a.Kontemplasi dan Ekstansi
Keindahan dapat dinikmati menurut selera seni dan
selera biasa. Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor
kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar dalam dirt manusia untuk
menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam din manusia untuk
menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar ini
dihubungkan dengan bentuk di luar diri manusia, maka akan terjadi penilaian
bahwa sesuatu itu indah. Sesuatu yang indah itu memikat atau menarik perhatian
orang yang melihat, mendengar. Bentuk diluar diri manusia itu berupa karya
budaya yaitu karya seni lukis, seni suara, seni taii, seni sastra, seni drama
dan film, atau berupa ciptaan Tuhan misalnya pemandangan alam, bunga wama-wami,
dan lain-lain.
b. Keindahan, Keserasian dan Kehalusan
Makna keindahan Keindahan merupakan sifat dan cirri
dari orang, hewan, objek, kesenian, dll. Dalam kamus besar bahasa Indonesia
keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, dan cantik. Keindahan
dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi social, dan
budaya. · Makna Keserasian Keserasian berasal dari kata serasi yang berarti
cocok atau selaras. Keserasian merupakan perpaduan antara warna, bentuk dan
ukuran. Keserasian sangat berhubungan dengan keindahan, sesuatu yang serasi
akan tampak indah. Dalam keselarasan seseorang memiliki perasaan seimbang, dan
mempunyai cita rasa akan sesuatu yang berakhir dan merasa hidup sesaat
ditengah-tengah kesempurnaan yang menyenangkan hati . · Makna Kehalusan
Kehalusan dalam bertingkah laku berhubungan dengan perbuatan lemah lembut,
sopan santun, dan budi pekerti yang baik. Manusia yang tidak memiliki kehalusan
dalam tingkah laku dapat membawa kearah hipokrit, munafik, tidak bertangung
jawab, fiodal, kamuflase, berwatak plin plan, boros, tukang tipu dll. Dengan
demikian sikap halus atau lembut merupakan gambaran yang tulus serta cinta
kasih terhadap sesama. Sikap halus harus dimulai dari keluarga karna dari
sinilah akan mampu diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, hingga bisa
mewujudkan ketentraman dan kesejahtraan. Jadi pada intinya kehalusan seseorang
dalam bertingkah laku sangat menekankan pada kejujuran, kesetian, kesopan dan
keramah tamahan Bila dikaitkan dengan kehidupan bernegara seorang pejabat
negara dan warga negaranya harus mempunyai kehalusan dalam melakukan hubungan,
dengan kata lain harus saling menghormati. Tindakan pejabat publik yang mendahulukan
kepentingan pribadi dan mengabaikan kepentingan masyarakat banyak sangat
bertentangan dengan kehalusan, cinta kasih baik kepada negaranya maupun
rakyatnya. Pejabat seperti ini mencerminkan bahwa mereka tidak beradab dan
tidak berbudi.
Dalam diri manusia terdapat faktor kontemplasi dari
ekstasi, oleh karena itu keindahan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
manusia. Semua manusia membutuhkan keindahan. Dalam keindahan tercermin unsure
keserasian dan kehalusan.
Keserasian
adalah kemampuan menata sesuatu yang dapat dinikmati orang lain karena indah.
Keserasian itu dikatakan indah karena cocok, sesuai, pantas, serta keterpaduan
beberapa kualitas.
Kehalusan adalah kemampuan menciptakan sikap,
perilaku, perbuatan, tutur kata, ataupun cara berbusana yang menyenangkan,
menarik perhatian, dan mengembirakan orang lain. Kehalusan itu dikatakan indah
karena lemah lembut, rendah hati, sopan santun, baik budi bahasa, beradab,
serta bermoral.
a. Kontemplasi adalah
dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah yang merupakan
suatu proses bermeditasi merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk
mencari nilai – nilai ,makna,manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil
penciptaan.
b. Ekstansi adalah dasar dalam
diri manusia untuk menyatakan ,merasakan dan menikmati sesuatu yang indah
.Manusia menciptkan berbagai mecam peralatan untuk memecahkan rahasia gejala
alami tersebut.Semuanya ini dilakukan dan hanya bis terjadi berdasarkan resep
atau pemikiran pendahuluan yang dihasilkan oleh kontemplasi .Siklus kehidupan
manusia dalam lingkup pandangan ini menunjukan bahwa kontemplasi selain sebagai
tujuan juga sebagai cara atau jalan mencari keserbasempurnaan kehidupan
manusia.
Manusia dan keindahan merupakan satu kesatuan .Bisa dibilang begitu karena
keindahan juga merupakan begian dari manusia ,manusia sangat memperhatikan
keindahan dari cara berpakaian,cara berbicara ,cara berjalan ,cara bergaya,dan
lain-lain.Keindahan juga bisa diciptakan dengan oleh manusia seperti melukis
,bernyanyi,dan memainkan alat music ,tak sedikit manusia yang membuat keindahan
untuk diri sendiri dalam arti untuk kehidupan makhluk hidup lainnya,contoh bila
mana kalau ita merawatkebersihan lingkungan sekitar maka akan tercipta
kerukunan yang sejuk dan indah,jika itu dapat dilakukan itu akan menjadi budaya
yang sangat menarik.
Setelah melihat penjabaran diatas, kita dapat membedakan
antara keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda
tertentu yang indah. Keindahan dalam suatu kualitas yang abstrak adalah
keindahan yang tak dapat terlihat secara fisik dan bersifat tidak beraturan,
tetapi nilai dari keindahan itu dapat dirasakan,seperti contoh keindahan ketika
merasakan angin yang berhembus. Sedangkan keindahan sebagai sebuah benda
tertentu yang indah adalah kebalikan dari Keindahan dalam suatu kualitas yang
abstrak, dimana keindahan itu dapat dirasakan, dilihat maupun dapat dikenang
selama kita mengingatnya.
2.10
KREATIFITAS DAN KARYACIPTA
Keindahan adalah bagian dari kehidupan manusia yang merupakan kebutuhan
kodrat. Karena itu, manusia berusaha menciptakan keindahan untuk memenuhi
kebutuhan akan keindahan, manusia beraktivitas menghasilkan karya cipta, karya
cipta itu di dasari dan di pengaruhi oleh pengalaman hidup atau oleh kenyataan
yang terjadi dalam masyarakat.
Tujuannya dapat dilihat
dari segi nilai kehidupan manusia dan manfaat bagi manusia secara kodrat dan
tujuan para penulis menciptakan keindahan dan sekaligus mengungkapkan keburukan
melalui karya cipta mereka :
- Nilai dan System nilai yang sudah usang
Nilai
dan system nilai budaya yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak
sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan kemajuan yang
merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan, misalnya pingitan, kawin
paksa, derajat wanita lebih rendah dari pada pria, perbedaan perlakuaan antara
pria dan wanita, etnis yang satu lebih unggul dari pada etnis lain, dan
pembatasan hak-hak suatu kelompok.
B. Kemerosotan Moral
Keadaan yang merendahkan derajat dan nilai kemanusiaan ditandai oleh
kemerosotan moral. Hal ini dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan
manusia bejat terutama dari segi kebutuhan seksual. Kebutuhan seksual dipenuhi
tanpa menghiraukan ketentuan hukum dan agama serta moral masyarakat.
C. Penderitaan Manusia
Banyak faktor yang menyebabkan manusia menderita. Akan tetapi, yang
paling menentukan adalah faktor manusia itu sendri. Manusialah yang menyebabkan
manusia lain menderita karna nafsu kekuasaan, keserakahan, ketidak hati-hatian,
dan sebagainya. Dimana-mana terjadi pemberontakan, perang, kecelakaan,
kelaparan, dan keracunan yang menimbulkan banyak korban tak berdosa.
D. diskriminasi atau asal usul
Semua manusia diciptakan sama dan diberikan oleh penciptanya dengan
hak-hak asasi yang sama pula. Akan tetapi, dalam kehidupan bernegara atau
berpolitik, manusia memperoleh perlakuan yang berbada karna asal usul atau
etnisnya berlainan.
E. keagungan Tuhan
Keagungan tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteratuan
alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan
mutlak ciptaan tuhan. Manusia hanya dapat meniru keindahan ciptaan tuhan,
tetapi seindah-indahnya tiruan terhadap ciptaan tuhan, tidak akan seindah
ciptaan tuhan itu sendri.
keindahan, tapi juga
‘bagaimana’ keindahan itu, apakah sebuah kualitas (nilai) yang berasal dari
benda (estetika obyektif) atau dari pikiran apresiator (estetika subyektif).
Teori yang berkembang terakhir adalah kombinasi antara unsur obyektif yang
berasal dari bentuk karya dan subyektif yang berasal dari latarbelakang
(ground) apresiator. Akhirnya dapat dikemukakan empat buah kriteria dari
Johannes Volkelt (1848-1930) untuk menilai kualitas estetis dari sebuah karya
seni sebagai berikut (Gie 1983:49-50):
(1) Karya seni (desain) menunjukkan keselarasan antara bentuk dan isi, serta sangat menarik menurut perasaan: perenungan kita terhadapnya diliputi dengan
rasa puas
(2) Karya seni (desain) menunjukkan kekayaan akan hal-hal penting yang menyangkut
(kehidupan) manusia dan memperbesar (meningkatkan) kehidupan perasaan kita
(3) Karya seni (desain) membawa kita masuk kedalam dunia khayal yang dicita-citakan, dan membebaskan kita dari ketegangan atau suasana realita sehari-hari
(4) Karya seni (desain) menunjukkan suatu kebulatan yang utuh dan mendorong
pikiran pada perpaduan mental. Dari kriteria nilai estetis di atas, jelas bahwa nilai
sebuah karya seni sangat ditentukan oleh maknanya:
(1) Karya seni (desain) menunjukkan keselarasan antara bentuk dan isi, serta sangat menarik menurut perasaan: perenungan kita terhadapnya diliputi dengan
rasa puas
(2) Karya seni (desain) menunjukkan kekayaan akan hal-hal penting yang menyangkut
(kehidupan) manusia dan memperbesar (meningkatkan) kehidupan perasaan kita
(3) Karya seni (desain) membawa kita masuk kedalam dunia khayal yang dicita-citakan, dan membebaskan kita dari ketegangan atau suasana realita sehari-hari
(4) Karya seni (desain) menunjukkan suatu kebulatan yang utuh dan mendorong
pikiran pada perpaduan mental. Dari kriteria nilai estetis di atas, jelas bahwa nilai
sebuah karya seni sangat ditentukan oleh maknanya:
2.11 KEINDAHAN DAN KEBUDAYAAN
Budaya
secara harfiah berasal dari bahasa latin yaitu colere yang memiliki arti
mengerjakan tanah, mengelolah, memelihara ladang (menurut soerjanto
Poespowardojo 1993). Selain itu budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa
Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau
akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Adapun menurut istilah kebudayaan merupakan suatu yang agung dan mahal, tentu
saja karena kebudayaan tercipta dari hasil rasa, karya, karsa dan cipta
masnusia yang kesemuannya merupakan sifat yang hanya ada pada manusia. Tak ada
makhluk lain yang memiliki anugrah yang itu sehingga kebudayaan merupakan
sesuatu yang agung dan mahal.
a. Keindahan Dalam Kebudayaan
Keindahan dalam kebudayaan merupakan keindahan
sebagai salah satu sifat manusia dalam karya cipta manusia.
Didalam kebudayaan apapun pasti memiliki nilai
keindahan, karena di dalamnya memiliki nilai estetika yang sangatlah enak
dipandang, dan didalamnya kebudayaan memiliki keindahn yang mewakili
sifat-sifat dari keindahan tersebut.
Kebudayaan sangat banyak jenisnya, ada yang
mewakili nilai-nilai Sosial, Spiritual, Perjuangan, Mata Pencaharian, Kesenian
dan lain-lain. Dan biasanya orang-orang banyak melihat keindahan yang
ditampilkan melalui kesenian dari kebudayaan tersebut, padahal dari jenis
kebudayaan yang lain pun terdapat nilai-nilai keindahan didalamnya.
Kebudayaan merupakan suatu kekayaan yang sangat
bernilai karena selain merupakan ciri khas dari suatu daerah juga menjadi
lambang dari kepribadian suatu bangsa atau daerah. Serta kebudayaan merupakan
suatu yang agung dan mahal, tentu saja karena kebudayaan telah diciptakan dari
hasil rasa, karya, kasra dan cipta manusia yang kesempurnaannya merupakan sifat
yang hanya ada pada manusia.
b.motif
hias karya seni rupa nusantara
1.motif hias
Motif
hias adalah semua bentuk dekorasi yang dipakai untuk menghiasi atau memperindah
bidang ,baik dalam bentuk dua dimensi berupa gambar,hiasan maupun anyaman
2.
macam motif hias pada karya seni nusantara
Pada
karya seni rupa dalam wujud kain terdapat berbagai jenis ragam hias,seperti
motif hias pada kain songket, motif hias pada kain tenun,motif hias pada kain
batik. Berdasarka jenis akarbudaya batik ,batik di Indonesia di bedakan menjadi
dua,yaitu motif batik yang berakar pada budaya keratoon jawa dan batik bebas
atau mandiri
3.mengenal
batik nusantara
Dahulu
makna dari motif batik sangat diperhatikan. Misalnya mitif parang yang hanya
boleh dipakai oleh raja. Pada masa sekarang, makna dari ,motif-motif pada batik
tidak begitu di personalkan, sehingga semua orang bebas memakai motif batik
yang di inginkan
4.
teknik membatik
Motif
dalam bentuk klise untuk membuat batik dapat di lakukan dengan berbagai cara
,antara lain dengan menggunakan canti tilis ,canting cap, teknik celup ikat,dan
colet
5.
sikap apresiatif terhadap keunikan ragam hias seni rupa nusantara
Sikap
apresiatif artinya sikap perhatian terhadap sesuatu,sikap apresiatif terhadap
ragam hias seni rupa berarti bagaimana sikap atau perhatian kita terhadap seni
hias nusantara yang bertujuan untuk melestarikan seni rupa nusantara
6.
gambar ilustrasi
Seni
ilustrasi adalah karya seni yang menggambarkan sebuah pesan yang ingin
disampaikan oleh penggambar, langkah untuk mengggambar ilustrasi adalah
mempersiapkan alat dan bahan ,menentukan tema gambar, memuat sketsa ,dan menyempurnakan gamar
7.membuat
karya boneka
Kalian
dapat membuat mainan boneka sendiri,selain menambah keterampilan, alat dan
bahan di gunakan untuk memuat boneka juga tidak perlu terlalu mahal.
b. hubungan manusia dan keindahan alam
keindahan
alam adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda
alam yang tercipta dengan sendirinya, dan hubungan antara benda alam tersebut
dengan orang yang mengamatinya. Keindahan alam memiliki nilai-nilai tertentu
dalam perwujudannya.
Manusia memiliki
beberapa komponen di dalam dirinya yaitu akal, hati, nafsu dan sirri (rahasia
Illahi) dengan modal yang dimiliki manusia.
Itulah maka
manusia dapat berbeda dengan mahluk lainnya, dan memiliki keindahan akal,
dengan keindahan akal maka manusia dapat menikmati keindahan alam yang dijimpai
di sekitarnya. Karena keindahan merupakan dambaan bagi setiap manusia, dimana
manusia merasa nyaman dan damai ketika menikmati keindahan alam.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
keindahan adalah sifat dari
sesuatu yang memberi kita rasa senang bila melihatnya, dan manusia adalah
seorang yang menikmati keindahan tersebut
hubungan manusia dengan keindahan adalah karena manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi).
jadi manusia dengan keindahan itu saling bersangkutan.
hubungan manusia dengan keindahan adalah karena manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi).
jadi manusia dengan keindahan itu saling bersangkutan.
Setelah kita mempelajari dan mengkaji Hubungan Manusia dan Keindahan
dalam Ilmu Budaya Dasar, maka kami dapat memberikan sebuah analisa yang kami
susun berdasarkan pemahaman dari materi metode dalam Ilmu Budaya Dasar.
Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan merupakan kebenaran dan
kebeenaran adalah keindahan. Keduanya memiliki nilai yang sama yaitu abadi, dan
mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran
berarti tidak mempunyai keindahan. Adapun manusia juga mempunyai fitrah
kesenangan terhadap keindahan dan kecenderungan terhadap sesuatu yang indah,
sehingga hubungan keindahan dan manusia tak dapat dipisahkan.
Hubungan manusia dan keindahan sangatlah erat, kerena rasa suka akan
keindahan sudah menjadi fitrah dalam diri manusia. Meskipun dalam pribadi
seseorang tidak dapat melakukan dan menerapkan rasa keindahan pada hakikatnya
seseorang tersebut tetap menyukai akan keindahan.
Banyak cara yang dilakukan oleh manusia itu sendiri dalam mencari
keindahan. Orang yang suka terhadap seni maka dia akan menemukan keindahan
tersebut dalam kesenian yang digelutinya dan banyak juga cara yang lainnya
untuk mencari keindahan yaitu dengan merenungkan suatu hal, dimana dengan
perenungan tersebut akan ditemukan rasa dan nilai keindahan yang diinginkan
DAFTAR
PUSTAKA
Sudrajat
Suryana,2006,Kearifan Yang
Berserak,Perempuan Dan keindahan , Jakarta 2006
Hickey
Julie ,2004,Kreasi Kartu Indah Dan
Memikat,Jakarta
Whidagdo, Djoko.Ilmu Budaya Dasar.
Jakarta: PT Bumi Aksara. 2003
Triyanto,maxxi maksimal prestasi seniudaya dan
keterampilan,graham pustaka,Jakarta selatan
Try, Prasetio, Djoko. Ilmu Budaya
DasarMKDU. Jakarta: PT. Rineka Cipta. 1998
Iwan,9
Maret 2015, padukan Keindahan Dan
Keamanan,Sumatra Ekspres,hal 29,Lahat
jos tingkat kan lagi bang buat makalah yang banyak oke
BalasHapussiap santuy *_*
Banyak Nya^_^
BalasHapus